Pengalaman Magang di Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta: Belajar Administrasi hingga Terjun ke Event Budaya.
Yogyakarta – Program magang menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung sekaligus menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama berada di bangku perkuliahan. Hal tersebut dirasakan oleh Muninggar Sekarini atau akrab dipanggil Sekar, mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta yang mendapatkan kesempatan melaksanakan kegiatan magang di Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, khususnya pada Seksi Bidang Sejarah dan Permuseuman.
Selama menjalani masa magang, Sekar tidak hanya mendapatkan pengalaman mengenai dunia kerja di lingkungan pemerintahan, tetapi juga terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan pelestarian dan pengenalan kebudayaan Kota Yogyakarta. Kegiatan magang yang dijalani Sekar memberikan pengalaman yang cukup beragam. Ketika berada di kantor, ia terlibat dalam berbagai pekerjaan administrasi perkantoran kedinasan. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain membantu proses penyusunan Surat Pertanggungjawaban (SPJ), membantu staf dalam menyiapkan berbagai dokumen, membuat bahan presentasi atau PowerPoint (PPT), serta membantu mengelola dan mempublikasikan informasi melalui Instagram dan media sosial lainnya. Kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru bagi Sekar karena pekerjaan administrasi di lingkungan instansi pemerintahan memiliki prosedur dan ketelitian tersendiri. Melalui kegiatan tersebut, Sekar belajar bahwa pekerjaan administrasi bukan sekadar menyusun dokumen, tetapi juga membutuhkan ketelitian, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta pemahaman terhadap alur kerja sebuah instansi.

Salah satu pengalaman menarik yang diperoleh Sekar selama magang adalah kesempatan untuk terlibat langsung dalam berbagai event kebudayaan di Kota Yogyakarta. Sebagai salah satu instansi yang memiliki peran dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan, Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta cukup aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan budaya. Event-event tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Yogyakarta kepada masyarakat sekaligus meningkatkan ketertarikan generasi muda terhadap kebudayaan lokal. Dalam berbagai kegiatan tersebut, Sekar tidak hanya menjadi pengamat. Ia ikut terlibat dalam pelaksanaan event dan merasakan secara langsung bagaimana sebuah kegiatan kebudayaan dipersiapkan hingga berlangsung di lapangan.
Pengalaman terjun langsung dalam event memberikan pembelajaran yang berbeda dibandingkan pekerjaan administrasi di kantor. Sekar dapat melihat bagaimana koordinasi antaranggota tim dilakukan, bagaimana sebuah kegiatan dipersiapkan, serta bagaimana setiap bagian memiliki peran penting agar sebuah acara dapat berjalan dengan baik. Keterlibatan tersebut juga memberikan gambaran kepada Sekar mengenai dunia kerja di sektor kebudayaan dan pariwisata yang tidak hanya membutuhkan kemampuan administratif, tetapi juga kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, beradaptasi, dan menyelesaikan permasalahan di lapangan.



Bagi Sekar, pengalaman magang di Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat bagaimana sebuah instansi pemerintahan menjalankan tugas dan kegiatannya. Lingkungan kerja kedinasan memberikan pengalaman yang berbeda dari lingkungan perkuliahan. Mahasiswa dituntut untuk dapat mengikuti aturan dan prosedur kerja, menyelesaikan tugas dengan tepat waktu, serta menjaga komunikasi dan koordinasi dengan staf maupun rekan kerja. Dari berbagai tugas yang diberikan, Sekar belajar mengenai pentingnya administrasi dalam mendukung kelancaran pekerjaan sebuah instansi. Dokumen, laporan, SPJ memiliki fungsi masing-masing dan menjadi bagian dari proses kerja yang saling berkaitan. Pengalaman tersebut juga membuat Sekar memahami bahwa kemampuan administrasi merupakan salah satu keterampilan penting yang dapat menunjang pekerjaan di berbagai bidang, termasuk sektor pariwisata, kebudayaan, dan pemerintahan.
Sementara itu, keterlibatan dalam pembuatan PPT dan pengelolaan media sosial turut mengasah kemampuan dalam menyampaikan informasi secara visual dan menarik. Kemampuan tersebut menjadi semakin relevan di era digital, ketika media sosial menjadi salah satu sarana penting bagi instansi dalam menyampaikan informasi mengenai kegiatan dan program kepada masyarakat. Pengalaman terjun langsung dalam event juga membuat Sekar memiliki kesempatan untuk belajar menghadapi situasi nyata di lapangan. Tidak semua hal yang terjadi dalam sebuah acara dapat diprediksi sebelumnya sehingga kemampuan beradaptasi dan bekerja sama menjadi hal yang sangat penting.
“Selama menjalani magang di Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, saya mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran baru yang membuat saya semakin berkembang. Terima kasih kepada seluruh staf, khususnya mbak Laras, mbak Sarah, dan mas Aldo dari seksi bidang Sejarah dan Permuseuman yang telah banyak membantu, membimbing, serta memberikan kesempatan bagi saya untuk belajar serta berkembang selama magang.” Ungkap Sekar.



Kegiatan magang di Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi pengalaman untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Magang tersebut juga memperlihatkan bahwa mahasiswa pariwisata memiliki peluang untuk berkarier di berbagai bidang. Tidak hanya pada industri perhotelan, perjalanan wisata, atau usaha pariwisata, tetapi juga pada bidang pemerintahan, kebudayaan, pengelolaan event, administrasi, hingga komunikasi dan media. Pengalaman Sekar menunjukkan pentingnya memberikan ruang kepada mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan. Melalui program magang, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman profesional sekaligus mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.
Bagi mahasiswa STIE Pariwisata API, pengalaman seperti yang dijalani Sekar menjadi gambaran bahwa pembelajaran di bidang pariwisata dapat diterapkan dalam berbagai sektor yang memiliki keterkaitan dengan pariwisata, budaya, ekonomi kreatif, dan pengembangan destinasi. Dengan pengalaman yang diperolehnya di Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Sekar tidak hanya belajar mengenai administrasi perkantoran, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk ikut berkontribusi dalam berbagai kegiatan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan Kota Yogyakarta. Dari balik meja kantor hingga terjun langsung ke tengah event kebudayaan, pengalaman magang tersebut menjadi perjalanan pembelajaran yang memperkaya wawasan Sekar sekaligus menjadi bekal berharga untuk menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan di STIE Pariwisata API Yogyakarta.
Sumber: Muninggar Sekarini. (Mahasiswa STIE Pariwisata API)
Tim Media STIE Pariwisata API.
