STIE Pariwisata API Bekerjasama dengan BNNP DIY Edukasi Mahasiswa Baru tentang Bahaya Narkoba
Sleman — Komitmen STIE Pariwisata API dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba diwujudkan melalui Sosialisasi Anti Narkoba di Lingkungan Kampus. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian PKKMB GEMILANG STIE Pariwisata API 2026 dan dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, bertempat di Aula Atas STIE Pariwisata API. Sosialisasi tersebut juga disiarkan secara live melalui akun youtube STIE PARIWISATA API – official, https://www.youtube.com/@stieapi

Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan melalui kerja sama antara STIE Pariwisata API dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BNNP DIY). Mahasiswa baru mendapatkan pembekalan mengenai bahaya narkoba, perkembangan penyalahgunaan narkotika, serta pentingnya membangun sikap tegas untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.
Hadir sebagai narasumber, Adhika Pertiwi, S.Sos., M.A., Penyuluh Narkoba BNNP Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai berbagai bahaya yang ditimbulkan oleh narkoba. Dalam pemaparannya, Adhika tidak hanya membahas dampak narkoba terhadap individu, tetapi juga menjelaskan mengenai krisis narkotika di tingkat global serta posisi Indonesia yang dinilai rentan terhadap permasalahan penyalahgunaan narkoba.

Adhika mengingatkan mahasiswa untuk selalu berhati-hati terhadap perkembangan peredaran narkoba yang semakin beragam. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah munculnya New Psychoactive Substances (NPS) atau zat psikoaktif baru. Jenis-jenis zat tersebut terus berkembang dan dapat muncul dalam berbagai bentuk sehingga masyarakat, khususnya generasi muda, perlu meningkatkan kewaspadaan. Selain NPS, Adhika juga menyoroti perkembangan penggunaan vape yang dalam konteks tertentu dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana penyebaran atau penyalahgunaan zat narkotika. Oleh karena itu, mahasiswa diimbau untuk tidak mudah menerima atau menggunakan produk maupun zat yang tidak diketahui kandungan dan keamanannya.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai gejala-gejala kecanduan narkoba. Mengenali perubahan perilaku maupun tanda-tanda ketergantungan sejak dini menjadi hal penting agar seseorang dapat segera mendapatkan bantuan dan penanganan yang tepat.

Adhika menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami permasalahan terkait penyalahgunaan narkoba tidak seharusnya dibiarkan menghadapi kondisi tersebut seorang diri. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah segera mencari bantuan profesional, termasuk dengan mengunjungi klinik BNN terdekat untuk mendapatkan informasi, pemeriksaan, maupun layanan rehabilitasi sesuai dengan kebutuhan.
Sebagai penutup, Adhika Pertiwi menyampaikan pesan “Masa depanmu terlalu berharga untuk ditukar dengan ilusi zat adiktif. Jaga dirimu, rangkul temanmu, dan ciptakan kampus tanpa narkoba!” kepada seluruh mahasiswa baru agar tidak mempertaruhkan masa depan dengan penyalahgunaan zat adiktif.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi mahasiswa baru bahwa menjaga diri dari narkoba bukan hanya tentang menghindari bahaya bagi diri sendiri, tetapi juga tentang membangun kepedulian terhadap teman dan menciptakan lingkungan kampus yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa baru diharapkan memiliki pengetahuan yang lebih baik mengenai narkoba sehingga mampu menjaga diri dari berbagai bentuk penyalahgunaan. Edukasi juga diharapkan dapat menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk menolak ajakan menggunakan narkoba serta turut menjaga teman dan lingkungan di sekitarnya.
Tim Media STIE Pariwisata API
