|

Mengenal Diorama Arsip Jogja, Ruang Belajar 430 Tahun Sejarah Yogyakarta.

Yogyakarta — Sejarah Yogyakarta tidak hanya tersimpan dalam buku dan dokumen, tetapi juga dapat dinikmati melalui pengalaman visual di Diorama Arsip Jogja. Berlokasi di Gedung Depo Arsip, Jalan Janti, Banguntapan, Kabupaten Bantul, Diorama Arsip Jogja menjadi salah satu ruang edukasi yang menghadirkan perjalanan panjang sejarah Yogyakarta dengan memadukan arsip, seni, teknologi, dan storytelling.

Dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DPAD DIY), Diorama Arsip Jogja menghadirkan perjalanan sejarah Yogyakarta selama kurang lebih 430 tahun, mulai dari masa Panembahan Senopati hingga perjalanan menuju Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Diorama Arsip Jogja terbagi dalam 18 ruang yang mengangkat berbagai periode dan peristiwa penting dalam sejarah Yogyakarta. Pengunjung diajak mengikuti perjalanan sejarah secara kronologis, mulai dari kebangkitan Mataram, terbentuknya Kasultanan Yogyakarta dan Pakualaman, Perang Jawa, perkembangan pendidikan dan kebudayaan, hingga Yogyakarta sebagai kota pariwisata.

Beberapa bagian penting yang diangkat antara lain Selokan Mataram, Yogyakarta sebagai ibu kota revolusi, perkembangan pemerintahan DIY, Jogja sebagai kota pendidikan dan kebudayaan, Pisowanan Ageng 1998, sejarah kebencanaan, serta Keistimewaan Yogyakarta. Penyusunan berdasarkan kronologi membuat pengunjung dapat memahami bahwa Yogyakarta saat ini merupakan hasil dari perjalanan sejarah, sosial, politik, budaya, dan pembangunan yang berlangsung selama ratusan tahun.

Salah satu daya tarik Diorama Arsip Jogja adalah cara penyampaian sejarah yang tidak hanya mengandalkan teks. Berbagai arsip tekstual, foto, arsip visual, arsip lisan, serta sejarah lisan dikemas melalui visualisasi dan tata ruang yang menarik. Teknologi juga menjadi bagian dari pengalaman pengunjung. Penggunaan media seperti hologram, fog screen, dan Augmented Reality (AR) membantu membuat cerita sejarah lebih komunikatif dan dekat dengan generasi muda. Konsep tersebut menunjukkan bahwa arsip dapat dikembangkan menjadi sebuah pengalaman wisata edukatif. Dokumen sejarah tidak hanya disimpan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan daya tarik wisata.

Bagi mahasiswa STIE Pariwisata API Yogyakarta, Diorama Arsip Jogja dapat menjadi ruang belajar di luar kelas. Kunjungan ke tempat ini memberikan gambaran mengenai bagaimana sejarah dan budaya dapat dikembangkan menjadi produk wisata yang memiliki nilai edukasi. Mahasiswa juga dapat mempelajari konsep storytelling, pengelolaan pengalaman wisatawan, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan wisata berbasis sejarah dan budaya. Keberadaan Diorama Arsip Jogja sekaligus memperlihatkan bahwa daya tarik pariwisata tidak selalu berasal dari keindahan alam. Sejarah, arsip, budaya, dan pengetahuan juga dapat dikemas menjadi pengalaman wisata yang menarik.

Lebih dari sekadar tempat wisata edukasi, Diorama Arsip Jogja memiliki peran dalam memperkenalkan dan menjaga memori sejarah Yogyakarta kepada generasi masa kini. Melalui arsip yang dikemas secara kreatif, pengunjung diajak memahami bagaimana Yogyakarta berkembang dari masa ke masa hingga menjadi daerah yang dikenal sebagai kota pendidikan, budaya, dan pariwisata. Diorama Arsip Jogja pada akhirnya menjadi bukti bahwa arsip bukan sekadar dokumen masa lalu. Arsip dapat menjadi sumber pengetahuan, media edukasi, sekaligus bagian dari pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya.

Sekilas Diorama Arsip Jogja

Pengelola: Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY (DPAD DIY)

Lokasi: Gedung Depo Arsip, Jalan Janti, Banguntapan, Bantul, DIY

Cakupan sejarah: sekitar 430 tahun perjalanan Yogyakarta

Jumlah ruang: 18 ruang bertema

Periode: dari Panembahan Senopati hingga Keistimewaan DIY

Konsep: arsip, seni, teknologi, dan storytelling

Teknologi: antara lain hologram, fog screen, dan Augmented Reality (AR)

Nilai utama: edukasi sejarah, pelestarian arsip, budaya, dan wisata edukasi

Tim Media STIE Pariwisata API.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *