| | | |

Puncak Dies Natalis ke-26 STIE Pariwisata API Yogyakarta Digelar di Desa Wisata Jagad Bambu Nusantara.

Sleman, 7 Juni 2026 — Suasana meriah dan penuh kebersamaan mewarnai puncak peringatan Dies Natalis ke-26 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata API (STIE Pariwisata API) Yogyakarta yang digelar di Desa Wisata Jagad Bambu Nusantara Peloepoh, Plupuh, Wukirsari, Cangkringan, Kabupaten Sleman, pada Minggu (7/6/2026).

Berbeda dari pelaksanaan kegiatan Dies Natalis pada umumnya, STIE Pariwisata API Yogyakarta secara khusus memilih desa wisata sebagai lokasi puncak peringatan hari jadinya. Pemilihan lokasi tersebut menjadi bagian dari komitmen kampus untuk terus hadir di tengah masyarakat sekaligus mendorong kemajuan, kemandirian, dan keberlanjutan pengembangan desa wisata.

Berbagai kesenial lokal ikut memeriahkan acara puncak Diesnatalis Ke-26 STIE Pariwisata API.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat dusun, pemerintah desa, masyarakat setempat, pelaku UMKM, hingga warga Dusun Plupuh. Keterlibatan berbagai elemen tersebut menjadikan puncak Dies Natalis tidak sekadar menjadi agenda seremonial kampus, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan masyarakat desa. Beragam kegiatan menarik turut memeriahkan acara. Sejak pagi, masyarakat dan peserta mengikuti senam pagi bersama yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni yang menampilkan kreativitas dan potensi budaya masyarakat Dusun Plupuh.

Pertunjukan seni masyarakat menjadi salah satu daya tarik utama dalam kegiatan tersebut. Berbagai kesenian lokal ditampilkan sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya sekaligus upaya memperkenalkan potensi seni masyarakat kepada para tamu dan peserta yang hadir. Selain pertunjukan seni, kegiatan juga diramaikan dengan kehadiran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut memperkenalkan berbagai produk kepada masyarakat. Kehadiran UMKM menjadi bagian penting dalam kegiatan karena menunjukkan bahwa desa wisata tidak hanya memiliki potensi atraksi dan budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi masyarakat yang dapat terus dikembangkan. Kemeriahan semakin terasa dengan adanya pembagian doorprize serta berbagai kegiatan interaktif lainnya. Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang kegiatan yang berlangsung dalam suasana santai, meriah, dan penuh kebersamaan.

Bapak Susilo Budi Winarno, S.H., M.H. bersama bapak Sudiman, M.M. (Ketua Yayasan Perguruan Dharma Pala) menyerahkan doorprize utama.

Penyelenggaraan puncak Dies Natalis ke-26 di desa wisata memiliki makna tersendiri bagi STIE Pariwisata API Yogyakarta. Kampus tidak ingin keberadaannya hanya dirasakan di lingkungan akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan masyarakat, khususnya masyarakat yang berada di kawasan desa wisata. Desa wisata memiliki potensi besar untuk menjadi ruang belajar sekaligus ruang pengembangan ekonomi masyarakat. Potensi alam, budaya, kreativitas masyarakat, produk UMKM, hingga berbagai aktivitas wisata dapat menjadi kekuatan yang apabila dikelola secara baik mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

Melalui kegiatan tersebut, STIE Pariwisata API Yogyakarta menunjukkan komitmennya untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan desa wisata. Perguruan tinggi dapat berperan melalui pendidikan, pendampingan, pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa. Puncak Dies Natalis ke-26 pun menjadi momentum untuk memperkuat semangat bahwa pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, masyarakat, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan pariwisata agar potensi desa dapat berkembang secara berkelanjutan.

Penampilan drum band TK IT AL-QODIR ikut memeriahkan kegiatan Diesnatalis Ke-26 STIE Pariwisata API.

Komitmen STIE Pariwisata API Yogyakarta terhadap pengembangan desa wisata tidak berhenti pada kegiatan perayaan Dies Natalis. Salah satu bentuk nyata yang ditawarkan kampus adalah kesempatan kuliah gratis sampai lulus bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus di bidang pariwisata. Program tersebut menjadi bagian dari upaya kampus untuk mencetak sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang pariwisata. Terlebih, perkembangan desa wisata membutuhkan generasi muda yang tidak hanya mengenal potensi daerahnya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengelola, mengembangkan, mempromosikan, dan menciptakan inovasi pariwisata.

“Di STIE Pariwisata API memiliki banyak jalur beasiswa yang bisa dimanfatkan, bahkan nanti kuliah di STIE Pariwisata API bisa Gratiss-tis tanpa ada pungutan apapun” tegas bapak Susilo Budi Winarno, S.H., M.H. selaku ketua STIE Pariwisata API saat memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Dengan membuka akses pendidikan tersebut, STIE Pariwisata API Yogyakarta berharap dapat ikut melahirkan bibit-bibit baru pelaku wisata dari masyarakat sekitar desa wisata. Generasi muda diharapkan tidak harus meninggalkan daerah asalnya untuk membangun masa depan, tetapi justru dapat kembali dan berkontribusi dalam mengembangkan potensi wisata yang ada di wilayahnya. Pendidikan pariwisata juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk mengembangkan berbagai potensi lokal menjadi produk wisata yang memiliki nilai tambah. Dengan sumber daya manusia yang semakin baik, desa wisata diharapkan mampu tumbuh menjadi destinasi yang memiliki daya saing sekaligus tetap mempertahankan karakter dan kearifan lokalnya.

warga menikmati berbagai produk UMKM yang ikut memeriahkan kegiatan Diesnatalis Ke-26 STIE Pariwisata API.

Peringatan Dies Natalis ke-26 STIE Pariwisata API Yogyakarta di Desa Wisata Jagad Bambu Nusantara Peloepoh menjadi gambaran bahwa perguruan tinggi dan masyarakat dapat tumbuh bersama melalui kolaborasi. Keterlibatan pemerintah desa, perangkat dusun, masyarakat, pelaku UMKM, serta para pelaku seni menunjukkan bahwa desa memiliki berbagai potensi yang dapat menjadi bagian penting dari pengembangan pariwisata. Sementara itu, perguruan tinggi dapat memberikan dukungan melalui pendidikan, pengetahuan, pendampingan, serta pengembangan sumber daya manusia.

Semangat tersebut sejalan dengan peran STIE Pariwisata API Yogyakarta sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada bidang ekonomi dan pariwisata. Puncak Dies Natalis tidak hanya menjadi perayaan bertambahnya usia institusi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi kampus bagi masyarakat. Melalui kegiatan yang dilaksanakan di tengah masyarakat tersebut, STIE Pariwisata API Yogyakarta ingin terus membangun kedekatan dengan desa wisata sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Ke depan, sinergi antara kampus dan desa wisata diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program pendidikan, pendampingan, pengembangan potensi lokal, peningkatan kapasitas masyarakat, hingga penguatan promosi destinasi.

Dua puluh enam tahun perjalanan STIE Pariwisata API Yogyakarta pun menjadi momentum untuk terus melangkah bersama masyarakat. Dari kampus untuk desa, dari desa untuk pariwisata, dan bersama-sama menyiapkan generasi penerus yang mampu menjaga sekaligus mengembangkan potensi wisata Indonesia.

Tim Media STIE Paariwisata API.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *